Narotama AutoCad Competition 2017

AutoCad Competition 2017

Lomba Autocad Fakultas Teknik

“Dies Natalis” Universitas Narotama Surabaya

 1. LATAR BELAKANG

Gambar merupakan salah satu media komunikasi yang dapat menyampaikan maksud, apresiasi ataupun hasil pemikiran lainnya dalam bentuk -titik yang terhubung. Gambar juga sering disebut bahasa teknik karena engineer menuangkan hasil pemikiran dan suatu rancangan bentuk melalui sebuah gambar. Dahulu seorang engineer menggunakan cara manual dalam menyelesaikan suatu rancangan bentuk yaitu gambar tangan dengan alat- alat gambar yang sederhana diatas kertas untuk memperoleh goresan–goresan yang diinginkan. Namun cara ini kurang efektif karena memiliki kendala-kendala tertentu yang dapat menghambat kerja seorang engineer seperti mudah rusak, kotor, sobek dan lain-lain.Dengan berkembangnya teknologi, maka gambarpun ikut mengalami kemajuan dalam penggunaannya.

Dengan kecanggihan dan kemajuan teknologi yang melahirkan suatu cara menggambar dengan media computer yang diantaranya adalah program Auto Cad. Auto Cad merupakan suatu program grafis yang banyak digunakan dalam bidang keteknikan saat ini. Disamping memiliki kualitas gambar yang baik, program Auto Cad pun tidak terlalu susah untuk dipelajari dan dapat memperoleh hasil gambar dengan waktu yang relatif singkat. Dalam dunia kerja khususnya dunia industri mununtut seorang engineernya untuk dapat menguasai program grafis ini, karena itu sebelum terjun dalam dunia kerja. ada baiknya seorang siswa SMK/mahasiswa teknik memiliki pengetahuan dan pemahaman penggunaan program AutoCad. Kegiatan ini merupakan kepedulian Fakultas Teknik terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

1. PESERTA

  • Siswa SMA / SMK sederajat se-Surabaya.
  • Jumlah Peserta : Maksimum 100 peserta

2. JADWAL ACARA

  • Registrasi     : 4 – 22 Januari 2017
  • Briefing         : 30 Januari 2017
  • Kompetisi     : 4 Februari 2017

3. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

  • Hari, Tanggal  : Sabtu, 4 Pebruari 2017
  • Pukul                : 9: 00 –  14:00 WIB
  • Tempat             : Conference Hall, Lantai II Universitas Narotama Surabaya

Seminar Nasional II Teknik Sipil 2016

PROSIDING SEMINAR NASIONAL II TEKNIK SIPIL 2016

(ISBN : 978-602-72437-9-8)

  • COVER DAN DAFTAR ISI


    cover-depan

  • BIDANG 1 – STRUKTUR (1 – 76) 

    PERILAKU KOLOM BETON BERTULANG DIPERKUAT WELDED WIRE MESH YANG DIKENAI BEBAN AKSIAL KONSENTRIS (Yosimson Petrus M, Priyo Suprobo, Faimun)

    DESAIN KEBUTUHAN DINDING PANEL RUMAH TINGGAL KAYU 2 LANTAI MASYARAKAT DESA UJOH BILANG KABUPATEN MAHAKAM ULU BERDASARKAN PADA METODE GEMPA SNI-03-1726-2002 (Arqowi Pribadi)

    PEMANFAATAN MOBILE SCANNER UNTUK PENGUKURAN LEBAR RETAK PADA BETON(Achfas Zacoeb)

    KINERJA STRUKTUR DINDING BATA LOKAL DENGAN KEKAKUAN MORTAR LEBIH BESAR DARI BATA DALAM PRAKTEK KONSTRUKSI (Wisnumurti, Sri Murni Dewi)

    PAVING BLOCK BERBAHAN DASAR SUMBER DAYA ALAM KABUPATEN SUMENEP MENGGUNAKAN METODE MANUAL (Mohamad Harun, Dwi Deshariyanto)

    STUDI PENGARUH LUASAN LANTAI TERHADAP KINERJA STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN ANALISA DINAMIS NON-LINEAR RIWAYAT WAKTU (NLTHA) (Alva Yuventus Lukas)

    PEMANFAATAN LIMBAH ABU AMPAS TEBU DENGAN SUBSTITUSI SEMEN SEBAGAI BAHAN MORTAL DAN BETON DITINJAU TERHADAP KUAT TEKAN (Faizal Nizarsyah, Bambang Sujatmiko)

  • BIDANG 2 – GEOTEKNIK (77 – 92)

    PENGARUH PERUBAHAN KADAR AIR PADA SUBGRADE TANAH EKSPANSIF TERHADAP PERKERASAN LENTUR (Harimurti, Harnen S)

    BANJIR KOTA SURABAYA DIDUGA AKIBAT LAND SUBSIDENCE BUKAN MASALAH SISTEM DRAINASE (Helmi D, Farida H, Sri Wiwoho M)

    BIDANG 3 – TRANSPORTASI (93 – 124)

    PREDIKSI BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN JEMBATAN PE DESTRIAN MUARA TEWEH – JINGAH KAB. BARITO UTARA KALIMANTAN TENGAH (Adhi Muhtadi, Sapto Budi Wasono, Sri Wiwoho Mudjanarko, Fredy Kurniawan)

    PENGARUH BEBAN LEBIH (OVERLOAD) KENDARAAN BERAT TERHADAP FAKTOR EKIVALEN BEBAN (VDF) PADA

    RUAS JALAN CARUBAN – NGAWI (Aji Suraji, Agus T S, Riman, Candra A)

    MODEL KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN PENUMPANG BUS KOTA GUNA MENDUKUNG ANGKUTAN MASSAL CEPAT DI SURABAYA (Novi Nurul Quina, Rangsang Purnama, Adhi Muhtadi)

  • BIDANG 4 – MANAJEMEN KONSTRUKSI (125 – 232)

    FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL (STUDI KASUS : RUAS JALAN TOL CINERE – JAGORAWI) (Muhammad Idham Sidiq, Bertinus S, Hikma D)

    ANALISIS KARAKTERISTIK TENAGA KERJA PROYEK (STUDI KASUS : PROYEK KONSTRUKSI JALAN KAB. SUMENEP) (Anita Intan Nura Diana)

    ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA TUKANG KONTRUKSI BANGUNAN PADA PROYEK GEDUNG BERTINGKAT (STUDI KASUS PROYEK APARTEMEN MENARA RUNGKUT SURABAYA) (Hendi Limowa, Hendi Limowa, Miftahul Huda, Agus Purwito)

    PENYEDIAAN PERUMAHAN BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (MBR): KINERJA KOPERASI DALAM MENDUKUNG PROGRAM 1 JUTA RUMAH (Agus Sukoco, Santirianingrum Soebandi, M Ikhsan Setiawan, Diah Ayu Restuti W)

    PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA GEDUNG RUSUNAWA DENGAN SOFTWARE EXPERT CHOICE V.11 (Abraham Sunarto, Miftahul Huda, Siswoyo)

    POLA KERJASAMA PEMERINTAH-SWASTA DALAM PENGEMBANGAN PUSAT BISNIS PADA AREA BANDARA DI PERBATASAN KALIMANTAN MALAYSIA (Ikhsan Setiawan, Ronny D. Nasihien, Sri Wiwoho Mudjanarko, Dyah Ayu Restuti W.)

    PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KETERSEDIAN ALAT BERAT TERHADAP WAKTU PENYELESAIAN PROYEK JALAN DI KABUPATEN SUMENEP (Subaidillah Fansuri, Mohamad Harun)

    STUDI KASUS: KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA PADA PROYEK PASAR WONOKROMO DAN PASAR TAMBAH REJO SURABAYA (Fredy Kurniawan, Agus Dwi Sasono, F. Rooslan Edy Santosa)

  • BIDANG 5 – BANGUNAN AIR / IRIGASI LINGKUNGAN (233 – 311)

    PENGURANGAN REMBESAN AIR ASIN PADA MODEL AKUIFER PANTAI DENGAN KONSTRUKSI SEKAT GROUTING BARRIER (Nurnawaty Nurnawang, Mary Selintung, M.Arsyad T,Farouk M)

    STUDI PENINGKATAN BENDUNG KEDUNG GOGOR SEBAGAI ALTERNATIF  SUMBER AIR PERMUKAAN DI KABUPATEN NGAWI (Faris Afif Octavio, Adi Prawito, Hendra Wahyudi)

    STUDI PERBANDINGAN INFILTRASI DENGAN ALIRAN PERMUKAAN PADA TANAH TIMBUNAN DENGAN TUTUPAN VEGETASI (Abd Rakhim,Ahmad Munier,M.Arsyad T, Farouk Maricar)

    PENENTUAN KINERJA IRIGASI  BANGUNAN UTAMA SALURAN SEKUNDER DI DAERAH IRIGASI  PELAT KABUPATEN SUMENEP (Cholilul Chayati)

    PERENCANAAN SALURAN DRAINASE JALAN SRIKANA KOTA SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN BOX CULVERT (Julistyana Tistogondo, Tony Hartono Bagio)

    MODEL PENATAAN RUANG KAWASAN DAS BERBASIS KONSERVASI (STUDI KASUS DAS BANGO KOTA MALANG) (Azizah Rachmawati, Warsito)

    PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGATASI MASALAH SAMPAH DIKAMPUNG KEJAWAN (Widya Aprilia K)

 

 

 

PEMBUATAN SERTIFIKAT KEAHLIAN TENAGA TEKNIK ( SKA, SKT)

SERTIFIKAT KEAHLIAN ( SKA)

SKA atau Sertifikat Keahlian adalah sertifikat yang diterbitkan LPJK dan diberikan kepada tenaga ahli konstruksi yang telah memenuhi persyaratan kompeteni berdasarkan disiplin keilmuan, kefungsian dan/ atau keahlian tertentu.
Kualifikasi tenaga ahli Jasa Konstruksi adalah:
1. Ahli Muda
2. Ahli Madya
3. Ahli Utama
Tenaga ahli yang sudah memiliki SKA dengan kualifikasi Muda dapat ditingkatkan/ up-grade menjadi Ahli Madya, dan tenaga Ahli Madya dapat ditingkatkan/ up-grade menjadi Ahli Utama.

SKA sebagai persyaratan sertifikasi
Salah satu persyaratan utama untuk mengajukan permohonan Sertifikasi dan Registrasi Badan Usaha bidang Jasa Konstruksi adalah memiliki tenaga ahli bersertifikat keahlian ( SKA) untuk ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik ( PJT) atau Penanggung Jawab Bidang ( PJB) .

SKA untuk tenaga ahli perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi ( Kontraktor)

Setiap perusahaan jasa pelaksana konstruksi yang ingin mengajukan permohonan Sertifikasi dan Registrasi Badan Usaha khususnya golongan Menengah dan Besar ( M1, M2, B1, B2) harus memiliki tenaga ahli bersertifikat keahlian ( SKA) sebagai persyaratan untuk dapat ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik ( PJT) dan Penanggung Jawab Bidang ( PJB) .

SKA untuk tenaga ahli perusahaan Jasa Perencana dan Jasa Pengawas Konstruksi ( konsultan)

Setiap perusahaan jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi yang ingin mengajukan permohonan Sertifikasi dan Registrasi Badan Usaha baik untuk golongan Kecil, Menengah atau Besar ( M1, M2, B1, B2) harus memiliki tenaga ahli bersertifikat keahlian ( SKA) sebagai persyaratan untuk dapat ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik ( PJT) dan Penanggung Jawab Bidang ( PJB) .

PERSYARATAN PERMOHONAN SERTIFIKAT KEAHLIAN ( SKA)

AHLI MUDA :
1. Mengisi formulir yang disediakan
2. Print warna/ fotocopy KTP 1 lembar ( KTP harus jelas & tidak boleh buram)
3. Print warna/ fotocopy Ijazah yang dilegalisir cap basah ( Universitas/ Notaris) pendidikan min D3/ S1 & S2/ S3
4. Print warna/ fotocopy NPWP pribadi ( NPWP harus jelas & tidak boleh buram)
5. Jika perpanjangan harus mengembalikan SKA lama yang asli/ surat keterangan hilang dari kepolisian jika sudah hilang
6. Pas foto terbaru ukuran 3×4 sebanyak 5 lembar menghadap ke depan dengan pakaian rapih ( bukan kaos)
7. Curiculum Vitae / pengalaman kerja min. 3 tahun dari 3 tahun terakhir yang pernah dikerjakan dan ditandatangani dengan tinta warna biru ( menyebutkan tahun proyek, nama jabatan dalam proyek & proyek yang pernah dikerjakan harus disesuaikan dengan sub bidang yang diambil)
8. Tahun kelulusan sarjana minimal 3 tahun
9. Membuat surat pernyataan kebenaran data& permohonan ( menggunakan materei Rp 6.000, -)
10. Melampirkan sertifikat pelatihan, sertifikat seminar luar negeri maupun dalam negeri ( jika ada) .
11. Menyelesaikan administrasi
12. Melampirkan No.HP/ telepon. Kantor, telepon rumah dan alamat email ( dari tenaga ahli yang bersangkutan/ pemohon)
13. Melampirkan Uraian kerja satu proyek terakhir
14. Melampirkan Surat referensi kerja dari perusahaan dan dinas terkait minimal 2 surat.

AHLI MADYA :
1. Mengisi formulir yang disediakan
2. Print warna/ fotocopy KTP 1 lembar ( KTP harus jelas & tidak boleh buram)
3. Print warna/ fotocopy ijazah yang dilegalisir cap basah ( Universitas/ Notaris) pendidikan min D3/ S1 & S2/ S3
4. Print warna/ fotocopy NPWP pribadi ( NPWP harus jelas & tidak boleh buram)
5. Jika perpanjangan harus mengembalikan ska lama yang asli/ surat keterangan hilang dari kepolisian jika sudah hilang
6. Pas foto terbaru ukuran 3×4 sebanyak 5 lembar menghadap ke depan dengan pakaian rapih ( bukan kaos)
7. Curiculum Vitae / pengalaman kerja min. 5 tahun dari 5 tahun terakhir yang pernah dikerjakan dan ditanda tanganin dengan tinta warna biru ( menyebutkan tahun proyek, nama jabatan dalam proyek & proyek yang pernah dikerjakan harus disesuaikan dengan sub bidang yang diambil)
8. Tahun kelulusan sarjana minimal 5 tahun
9. Membuat surat pernyataan kebenaran data & permohonan ( menggunakan materei Rp 6.000, -)
10. Melampirkan sertifikat pelatihan, sertifikat seminar luar negeri maupun dalam negeri ( jika ada)
11. Membuat surat pernyataan dari perusahaan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah benar karyawan di perusahaan tersebut ( menggunakan materai, stempel perusahaan dan tanda tangan Direktur)
12. Melampirkan print warna foto-foto proyek yang pernah dikerjakan ( jika ada)
13. Menyelesaikan administrasi
14. Mengikuti wawancara
15. Menyerahkan karya tulis setelah wawancara ( menyerahkan hard copy & soft copy)
16. Melampirkan no.hp/ telepon. kantor, telepon rumah dan alamat email ( dari tenaga ahli yang bersangkutan/ pemohon)
17. Melampirkan uraian kerja dari proyek terakhir
18. Melampirkan referensi kerja dari perusahaan dan dinas terkait minimal 3 surat.

AHLI UTAMA :
1. Mengisi formulir yang disediakan
2. Print warna/ fotocopy KTP 1 lembar ( KTP harus jelas & tidak boleh buram)
3. Print warna/ fotocopy ijazah yang dilegalisir cap basah ( Universitas/ Notaris) pendidikan min S1 & S2/ S3
4. Print warna/ fotocopy NPWP pribadi ( NPWP harus jelas & tidak boleh buram)
5. Jika perpanjangan harus mengembalikan SKA lama yang asli/ surat keterangan hilang dari kepolisian jika sudah hilang
6. Pas foto terbaru ukuran 3×4 sebanyak 5 lembar menghadap ke depan dengan pakaian rapih ( bukan kaos)
7. Curiculum Vitae / pengalaman kerja min. 10 tahun dari 10 tahun terakhir yang pernah dikerjakan dan ditanda tanganin dengan tinta warna biru ( menyebutkan tahun proyek, nama jabatan dalam proyek & proyek yang pernah dikerjakan harus disesuaikan dengan sub bidang yang diambil)
8. Tahun kelulusan sarjana minimal 10 tahun
9. Membuat surat pernyataan kebenaran data & permohonan ( menggunakan materei Rp 6.000, -)
10. Melampirkan sertifikat pelatihan, sertifikat seminar luar negeri maupun dalam negeri ( jika ada)
11. Membuat surat pernyataan dari perusahaan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah benar karyawan di perusahaan tersebut ( menggunakan materei, stempel perusahaan dan tandatangan Direktur)
12. Melampirkan print warna foto-foto proyek yang pernah dikerjakan ( jika ada)
13. Menyelesaikan administrasi
14. Melampirkan No.HP/ telepon. kantor, telepon rumah dan alamat email ( dari tenaga ahli yang bersangkutan/ pemohon)
15. Melampirkan uraian kerja dari proyek terakhir secara lengkap dan detail
16. Melampirkan referensi kerja dari perusahaan dan dinas terkait minimal 7 surat.

SERTIFIKAT KETERAMPILAN KERJA ( SKTK)

SKTK atau Sertifikat Keterampilan adalah sertifikat yang diterbitkan LPJK dan diberikan kepada tenaga terampil konstruksi yang telah memenuhi persyaratan kompetensi berdasarkan disiplin keilmuan, kefungsian dan/ atau keterampilan tertentu.

Kualifikasi tenaga terampil konstruksi
1. Kelas 1
2. Kelas 2
3. Kelas 3

SKTK sebagai persyaratan sertifikasi dan registrasi usaha jasa pelaksana konstruksi ( kontraktor)

Setiap perusahaan jasa pelaksana konstruksi yang ingin mengajukan permohonan sertifikasi dan registrasi badan usaha dan mendapatkan Sertifikat Badan Usaha ( SBU) untuk golongan Kecil ( K1, K2, K3) harus memiliki tenaga kerja bersertifikat keterampilan ( SKTK) sebagai persyaratan untuk dapat ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik ( PJT) .

SKTK tersebut dikeluarkan diajukan melalui asosiasi profesi jasa konstruksi atau instansi lain yang telah diakreditasi LPJK

PERSYARATAN PERMOHONAN SERTIFIKASI KETERAMPILAN ( SKTK)
PERMOHONAN SERTIFIKASI
Persyaratan Uji :
I. Standar dasar pendidikan :
1. Tenaga Terampil Tingkat 1 ( tertinggi) / Teknisi Senior
• Pendidikan tertinggi Diploma 3 ( D3) teknik dengan pengalaman kerja 1 ( satu) tahun sesuai bidangnya.
• Pendidikan minimal sekolah menengah kejurusan teknik atau sekolah lanjutan atas / sederajat dengan pengalaman kerja 3 ( tiga) tahun sesuai bidangnya.
• Memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dibuktikan dengan pengalaman kerja, dan melampirkan surat keterangan pengalaman kerja.
• Mengikuti seluruh prosedur kegiatan penyelenggaraan sertifikasi.

2. Tenaga Terampil Tingkat 2 / Teknisi Yunior
• Pendidikan minimal SLTP atau sederajat dengan pengalaman kerja 5( lima) tahun sesuai bidangnya.
• Memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dibuktikan dengan pengalaman kerja, dan melampirkan surat keterangan pengalaman kerja.
• Mengikuti seluruh prosedur kegiatan penyelenggaraan sertifikasi.
3. Tenaga Terampil Tingkat 3 ( terendah) / Tenaga Terampil
• Pendidkan minimal Sekolah Dasar ( SD) dengan pengalaman kerja 5 ( lima) tahun.
• Memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dibuktikan dengan pengalaman kerja.
• Mengikuti seluruh prosedur kegiatan penyelenggaraan sertifikasi.

II. Mengajukan data administrasi Sertifikasi :
Tenaga Terampil Tingkat I ( tertinggi) / Teknisi Senior, Tenaga Terampil Tingkat II/ Teknisi Yunior, Tenaga Terampil Tingkat III/ Tenaga Terampil data sebagai berikut :
Pengisian Formulir.
a. Fotocopy Ijazah yang dilegalisasi oleh lembaga pendidikan yang menerbitkan ijazah, kantor pos, notaris atau Asosiasi Profesi/ Institusi Diklat penerima permohonan dengan
ketentuan latar belakang pendidikan pemohon harus sesuai dengan kompetensi yang
dimohonkan.
b. Daftar Pengalaman Kerja yang sesuai dengan klasifikasi/ subklasifikasi kompetensi
kerja Pemohon yang terstruktur dengan menggunakan formulir sebagaimana pada
Lampiran 2 yang ditandatangani oleh pemohon dengan tinta warna biru dan tidak boleh
menggunakan scan.
c. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk ( KTP) Pemohon yang masih berlaku.
d. Surat Pernyataan dari Pemohon yang menyatakan bahwa seluruh data dalam dokumen
yang disampaikan adalah benar .
e. Melampirkan Pas foto terbaru ukuran 3×4 sebanyak 5 lembar menghadap ke depan dengan pakaian rapih ( bukan kaos) .
f. Dalam menyampaikan data KTP dan Ijasah untuk tanggal, bulan, dan tahun kelahiran tidak sama, maka data yang dianggap benar adalah tanggal, bulan dan tahun yang tertera pada Ijasah.

Box Culvert Penyebab Banjir

SURABAYA “Banjir parah yang melanda Kota Surabaya sehari menjelang hari ulang tahun ke- 723 disebabkan pembangunan kota yang melawan proses hidrologi”.

Akibatnya, air tidak bisa meresap ke tanah sehingga meluap ke permukaan. Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Sipil Universitas Narotama Surabaya Fredy Kurniawan mengungkapkan, pembangunan dan tata kota yang dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebenarnya sudah bagus.

Namun, karena dasar keilmuan Wali Kota yang akrab dipanggil Risma adalah arsitektur, dia belum memahami betul proses hidrologi, yaitu siklus air. Fredy menyebutkan, di antara pembangunan kota yang dianggap melawan hidrologi, khususnya pada siklus air, adalah pembangunan box culvert.

Di mana, kali atau saluran air dilakukan normalisasi modern menggunakan beton, baik dari sisi pinggir kali maupun sisi bawahnya. Penggunaan saluran air dengan beton ini mengakibatkan siklus air tidak berjalan. Siklus air terjadi ketika hujan turun dan air berada di permukaan tanah, maka tanah akan menyerap air semampunya.

Kemudian air disimpan di dalam tanah menjadi deposit air dalam tanah atau yang disebut dengan air tanah. Ketika saluran air dibangun dengan box culvert, fungsi saluran air atau kali itu hanya untuk mengalirkan air tanpa fungsi penyerapan air ke tanah.

Akibatnya, ketika hujan turun cukup deras, box culvert tidak mampu menampung jumlah air sehingga meluap dan terjadilah apa yang disebut banjir. Sehebat apa pun saluran air (box culvert) dibuat, fungsinya hanya mengalirkan air, tidak melakukan penyerapan air, tandasnya kemarin.

Fredy dengan tegas mengatakan, pembangunan saluran air menggunakan box culvert keliru total. Dia melihat apa yang dilakukan Pemkot Surabaya meniru pembangunan modernisasi yang dilakukan Eropa. Bagi negara itu yang namanya modern adalah mampu melawan alam.

Tapi pada kenyataannya berdasarkan berbagai penelitian membuktikan bahwa modernisasi itu tetap kalah dengan alam. Akhirnya mereka kembali lagi ada konsep natural, tandasnya. Menurut Fredy, yang harus dipahami bahwa siklus hujan dulu dan sekarang sudah berbeda.

Jika dulu siklus hujan terjadi rutin dengan intensitas ringan dan sedang, sekarang jarang terjadi dan sekali terjadi intensitasnya langsung tinggi. Perubahan siklus hujan ini merupakan pengaruh pemanasan global.

Selain normalisasi saluran air menggunakan box culvert yang dianggap salah, penyebab terjadinya banjir lainnya adalah perubahan lahan hijau menjadi areal bangunan sehingga mengurangi daerah resapan air.

Untuk mengatasi masalah banjir ini, solusi yang bisa dilakukan di antaranya memberikan biopori pada box culvert sehingga bisa menyerap air. Selain itu, harus dilakukan penambahan lahan hijau sebagai daerah penyerapan air.

Sedangkan untuk pembangunan pemukiman sudah tidak lagi dengan sistem pengembangan horizontal, tetapi lebih pada pemukiman vertikal sehingga akan didapat lahan fasilitas umum yang cukup banyak di Surabaya.

Solusi lain adalah pembangunan waduk. Fungsi waduk ini di antaranya untuk penampungan air hujan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, rekreasi, dan perikanan, tandasnya. Terpisah, dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Umboro Lasminto mengatakan, penyebab banjir di Surabaya cukup banyak.

Banjir kemarin adalah akumulasi dari banyak faktor, jadi tidak hanya satu faktor, termasuk hujan hebat yang merupakan siklus 10 tahunan, katanya. Dia menyebutkan, salah satu faktornya adalah Pemkot yang salah perhitungan, di mana diperkirakan bulan ini sudah masuk musim hujan sehingga dilakukan pembongkaran pada beberapa satu air termasuk pompa air.

Namun, bukti masih terjadi hujan cukup deras sehingga saluran airnya belum siap. Selain itu, faktor sampah yang masih banyak di kawasan aliran air. Kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya ini masih sangat jarang.

Banyak sampah di saluran air menghambat aliran sungai. Tapi banyak sebab, termasuk pembangunan yang mengurangi resapan air, katanya. Seperti diketahui, sejumlah kawasan di Kota Surabaya terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Pahlawan selama sekitar tiga jam pada Senin (30/5) malam hingga Selasa dini hari.

Sejumlah kawasan yang terendam banjir seperti Jalan Semarang, Jalan Kartini, MERR – Galaxy Mall, Kertajaya, Dukuh Kupang, Klampis, Samping Carrefour Ngagel, Jalan Panglima Sudirman, Patung Joko Dolog belakang Taman Apsari, Ngagel Tirto, Rungkut Kidul Depan UPN, Mulyorejo, Dharmawangsa Jalan Demak dekat Adijasa, Pucang Adi, Brebek – Brigjend Katamso, Jalan Ciliwung, dan Jalan Mayjend Sungkono.

Banjir tidak hanya menggenangi ruas jalan, tapi juga rumah penduduk, pusat perbelanjaan dan rumah sakit. Seperti yang terjadi di kawasan Mulyorejo Surabaya. Banjir menggenangi rumah-rumah warga di kawasan tersebut.

Evaluasi SKPD

Banjir yang mengepung Kota Surabaya memantik reaksi keras kalangan DPRD Surabaya. Mereka menduga ada hal yang tidak beres dalam penataan kota maupun juga penanganan luapan air hujan tersebut.

Karena itu, mereka mendesak Wali Kota Surabaya untuk mengevaluasi kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait banjir tersebut. Ini bukan yang pertama terjadi.

Maka harus ada evaluasi terhadap dinas terkait. Bila memang mereka tidak mampu, maka lebih baik diganti, kata anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius kemarin. Menurutnya, banjir yang terjadi kemarin malam bukan sebuah kebetulan, tetapi karena ada persoalan serius pada manajemen penanganan banjir.

Hal itu bisa karena SDM SKPD yang menangani atau karena utilitas yang tidak memadai. Nah yang seperti ini harus dievaluasi. Kalau memang ada kebijakan yang salah, maka perlu segera diperbaiki. Wali kota juga harus transparan dan obyektif atas persoalan ini.

Jangan malah menutup-nutupi, tandas pria yang akrab disapa Awey ini. Awey menjelaskan, ada banyak hal yang melatarbelakangi terjadinya banjir seperti. Di antaranya sistem drainase master plane (SDMP) yang diterapkan di Surabaya sudah ketinggalan jaman alias tidak update.

SDMP yang digunakan pemkot sekarang itu produk 10 tahun yang lalu. Padahal kondisi Surabaya sekarang dengan 10 tahun lalu itu sudah jauh berbeda, katanya. Pada 10 tahun lalu, Surabaya masih memiliki ruang terbuka hijau (RTH) yang cukup luas, tetapi kini jumlahnya terus berkurang.

Hal itu diperparah dengan semakin menjamurnya bangunan vertikal yang dari waktu ke waktu terus bertambah. SDMP kita harus diubah dan disesuaikan dengan kondisi kekinian,”saran Awey.

Faktor lain yang menjadi penyebab banjir di Surabaya adalah kesalahan pemkot dalam menunjuk rekanan untuk pengerjaan proyek saluran.

Tidak sedikit rekanan yang ditunjuk tidak kompeten mengerjakan proyek drainase. Belum lagi, anggaran yang sedianya digunakan untuk mengerjakan proyek kerap mendapat potongan.

Hasilnya, proyek yang dikerjakan menjadi asal-asalan lantaran minimnya anggaran yang tersedia.

Ini, diperparah dengan adanya pengawas yang kerjanya hanya duduk di belakang meja, sambungnya. Dia juga meminta masyarakat introspeksi dengan tidak membuang sampah di saluran. Sebab salah satu penyebab banjir karena ulah dari masyarakat sendiri.

PR utama Bu Risma bukan lagi soal membangun taman dan penghijauan, tetapi mengatasi banjir di Surabaya, ujarnya.

lutfi yuhandi / ihya ulumuddin

Sumber: http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=67&date=2016-06-01

Narotama CAD Competition 2016

Dalam rangka merayakan Dies Natalis Universitas Narotama yang ke-35, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Univeritas Narotama mengadakan lomba mendesain dengan menggunakan Autocad yang akan diselenggarakan pada tanggal 11 Februari 2016.

Lomba AutocCAd 2016

Daftar online melalui form berikut:

 

Narotama International Conference on Civil Engineering 2015

Memacu Dosen Menulis Di Jurnal Internasional Terindex Scopus

Kebijakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang mewajibkan karya ilmiah terpublikasi dalam jurnal internasional berimplikasi dengan melambatnya perguruan tinggi dalam mencetak seorang guru besar. Kondisi tersebut terungkap pada acara Narotama International Conference on Civil Engineering (NICCE) 2015, Jumat (6/11/2015).
NICCE 2015 dengan tema “Sustainable Construction Building and Infrastructure Management” diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Sipil – Fakultas Teknik Universitas Narotama (UNNAR). Konferensi diawali sambutan oleh Chairman NICCE 2015 Fredy Kurniawan, ST, MT, M.Eng, Ph.D, kemudian sambutan Rektor UNNAR Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP, dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan oleh Ketua DPRD Surabaya Ir. Armuji, MH.
NICCE 2015 menghadirkan pemateri Dr. Koespiadi, ST, MT (UNNAR), Prof. Dr. Rathavoot (Siam University, Thailand), Prof. Dr. Mohd Zamani Bin Ahmad (Institut Sultan Iskandar Malaysia), Dr. Richelle G Zafra, Ph.D (University of The Phillipines Los Banos, Filipina), Prof. Dr. Mohd Hamdan Ahmad (University Teknologi Malaysia), Mariano Renato M Da Cruz, ST, M.Eng (Universidade Nacional Timor Lorosa`e). Para peneliti dari PTN dan PTS juga hadir melakukan paper presentation dalam NICCE 2015. Mereka berasal dari ITS, UGM, UB, UNHAS, UNTAG Semarang, STTNAS, UNMUH Jakarta, UNMER Malang, Universitas Wiraraja (Madura), Universitas Muslim Indonesia, UNDIP, dan Universitas Tarumanagara.
Ketua NICCE 2015, Fredy Kurniawan, ST, MT, M.Eng, Ph.D mengatakan, satu hal yang ditekankan dalam konferensi internasional tersebut adalah penulisan paper yang berstandar internasional, presentasi paper dalam bahasa Inggris serta sharing kemajuan keilmuan dalam bidang teknik sipil. NICCE 2015 bisa menjadi pancingan untuk berbagi ilmu, share riset dari berbagai negara, riset mereka sehingga bisa jadi tolok ukur penelitian bagi para peserta.
Kegiatan NICCE 2015 juga bertujuan menciptakan atmosfer internasionalisasi agar dosen yang memiliki jurnal internasional terindeks Scopus atau terdaftar di tingkat internasional semakin meningkat. Karena tuntutan publikasi internasional, seharusnya pemerintah memberikan kebijakan yang mendukung dosen dan peneliti untuk menulis jurnal internasional terindeks Scopus. NICCE 2015 juga merekomendasikan hasil penelitian yang sangat baik berupa inovasi-inovasi untuk dapat dimanfaatkan dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan manajemen infrastruktur khususnya bagi Indonesia yang masih membutuhkan pemerataan infrastruktur.
NICCE 2015 telah menorehkan kesan begitu istimewa bagi para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dari awal hingga akhir.
Prof. Dr. Mohd Zamani Bin Ahmad mengaku kagum dan bahagia bisa mengikuti acara ini. Menurut Zamani, UNNAR berjaya (sukses) menyelenggarakan NICCE 2015 baik dalam konten, kualifikasi, hingga pelaksanaannya. Konferensi ini unik dan menimbulkan kesan mendalam kepada pembicara. Acara yang integral dari awal hingga akhir, saling memahami budaya antar bangsa, budaya seperti ini yang akan dibawa pulang. Beliau berharap NICCE 2015 bisa menjadi acara bergilir untuk perguruan tinggi antar Negara peserta agar lebih mantap. Untuk itu perlu dibentuk komite antar perguruan tinggi yang mengagendakan kegiatan NICCE selanjutnya.
Dr. Richelle G Zafra, Ph.D mengatakan bahwa kedepan lebih banyak peserta dari Negara lain harus terlibat, bukan hanya dosen atau peneliti, para praktisi dari dunia industri juga bisa bergabung. Dia juga berharap ada mahasiswa dari perguruan tinggi lain (selain UNNAR) yang bergabung di acara ini. Seperti halnya Mohd Zamani Bin Ahmad, Richelle G Zafra ingin dibentuk panitia inti dari UNNAR, UTM, UPLB, UNTL dan lainnya, untuk keberlanjutan kegiatan ini secara begilir.
Prof. Dr. Mohd Hamdan Ahmad menangkap NICCE 2015 lebih kepada pertukaran akademik dengan penggabungan budaya yang berbeda. Acara ini mempererat hubungan antar bangsa melalui persahabatan antar universitas yang diberikan oleh UNNAR. Beliau mengapresiasi dan penghargaan yang tinggi pada yayasan, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNNAR untuk pelaksanaan NICCE 2015.
Mariano Renato M Da Cruz, ST, M.Eng menilai NICCE 2015 sangat bermanfaat dan menarik. Konferensi ini banyak memberi masukan untuk perbaikan paper, informasi untuk pemerintah dalam membuat kebijakan. Pemerintah perlu data yang benar dan pemikiran akademik untuk pembangunan, Negara-negara maju percaya pada informasi/data professional. Acara ini dapat mempererat hubungan antar universitas dan antar bangsa. [N!]

FOTO: (Kiri-Kanan) Fredy Kurniawan, ST, MT, M.Eng, Ph.D – Dr. Koespiadi, ST, MT – Dr. Richelle G Zafra, Ph.D – Ir. H. Armuji, MH – Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP – Prof. Dr. Mohd Hamdan Ahmad – Prof. Dr. Mohd Zamani Bin Ahmad – Prof. Dr. Rathavoot. – See more at: http://www.narotama.ac.id/index.php/detil//881/NICCE_2015,_Memacu_Dosen_Menulis_Di_Jurnal_Internasional_Terindex_Scopus.html

Workshop Perbaikan dan Perkuatan Struktur Beton Bertulang

Surabaya, 15 September 2015

Prodi Teknik Sipil – Fakultas Teknik Universitas Narotama Surabaya bekerjasama dengan PT. SIKA INDONESIA telah menyelenggarakan workshop teknik sipil dengan tema : Perbaikan dan Perkuatan Struktur Beton Bertulang. Tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi di bidang konstruksi.

“Di dalam perkuliahan struktur beton, ketika mendesain suatu struktur beton, diasumsikan tidak terjadi suatu kegagalan struktur atau dengan kata lain 100% sempurna. Namun pada kenyataan sering terjadi kegagalan atau retak pada beton. Workshop ini diharapkan akan membantu mahasiswa dalam meningkatkan kompetensinya dibidang konstruksi secara menyeluruh, bukan hanya mendesain saja, melainkan mampu memberikan solusi apabila terjadi kegagalan struktur suatu bangunan,” kata Dekan Fakultas Teknik Unnar, Ir. Tony Hartono Bagio, MT, MM. dalam sambutannya, di Surabaya, Jatim, Selasa.

Dalam workshop yang dipandu oleh Kaprodi Teknik Sipil, Fredy Kurniawan, ST, MT, M.Eng, PhD, dihadiri lebih dari 160 peserta yang terdiri dari mahasiswa teknik sipil, dosen dan peserta dari konsultan / kontraktor. Ir. Hartono Hioe, selaku pembicara utama berpendapat bahwa “Dokumen sangat penting untuk investigasi penyebab kerusakan struktur. Penyebab kegagalan dapat dilihat apakah ada perbedaan antara shop drawing (desain) dengan as-built drawing (pelaksanaan). Kalo Dokumen tidak lengkap, ada testing kekuatan yang perlu dilakukan dengan biaya yang lebih mahal, antara lain: hammer rebound Test, coring, pachometer (mengetahui jumlah tulangan dan posisi tulangan), chloride content, half cell potential (korosi potensial), lebar retak (berdasarkan SNI yg dibutuhkan)”.

Ir. Hartono Hioe, Target Market Manager Refurbishment and Waterproofing, PT Sika Indonesia juga menambahkan bahwa metode perbaikan yang dipilih, tergantung jenis dan kondisi kerusakan, kondisi lapangan, serta batasan dari owner (waktu dan biaya).

Selengkapnya, file presentasi dapat didunduh di sini.

Unnar Surabaya Minta Jokowi Siapkan Infrastruktur Berkesinambungan

Unnar Surabaya Minta Jokowi Siapkan Infrastruktur Berkesinambungan

Suasana Simposium Infrastruktur Berkesinambungan di Universitas Narotama Surabaya. (Humas Universitas Narotama Surabaya)

“Karena itu, kalau Presiden Jokowi ingin mengembangkan infrastruktur di Indonesia, tapi jika hanya memikirkan dampak ekonomis dari infrastruktur itu akan percuma, karena hanya akan menghabiskan uang dengan kualitas yang rendah”.

Surabaya (Antara Jatim) – Universitas Narotama (Unnar) Surabaya meminta Presiden Joko Widodo yang fokus pada pembangunan infrastruktur untuk menyiapkan konsep infrastruktur berkesinambungann agar manfaatnya berjangka panjang.”Selama ini, umur infrastruktur kita tidak lebih dari lima tahun, bahkan aspal jalan hanya bertahan 2-3 tahun, karena itu kami membahas konsep infrastruktur berkesinambungan dalam Simposium Internasional Teknik Sipil 2015,” kata dosen Unnar, Fredy Kurniawan ST MT M.Eng PhD, di Surabaya, Jatim, Minggu.

Dalam simposium yang menampilkan narasumber dari Belanda, Malaysia, dan Indonesia (30/5) itu, Dekan Fakultas Teknik Unnar yang juga ketua panitia simposium itu menjelaskan para ahli sepakat infrastruktur yang berkesinambungan itu memiliki tiga dampak yakni ekonomis, sosial, dan lingkungan.

“Karena itu, kalau Presiden Jokowi ingin mengembangkan infrastruktur di Indonesia, tapi jika hanya memikirkan dampak ekonomis dari infrastruktur itu akan percuma, karena hanya akan menghabiskan uang dengan kualitas yang rendah,” paparnya.

Oleh karena itu, Presiden harus mengembangkan infrastruktur yang berkesinambungan, karena hasilnya akan bermanfaat hingga 10 tahun lebih, sehingga dampak sosialnya akan panjang akibat adanya infrastruktur yang kuat.

Dalam simposium itu, Dosen Rotterdam University of Applied Sciences, Belanda, Prof Dr Ir Hendro Subroto MSc PhD, menegaskan bahwa infrastruktur yang berkesinambungan juga ditentukan dengan adanya hak paten, bahkan hak paten itulah strategi dalam menghadapi persaingan bebas MEA.

“Karena itulah, saya mengurus paten MODUS dan DESA Asphalt yang telah digunakan di Belanda, Israel, dan Brazil. Dengan paten itu, aspal (MODUS dan DESA) yang membuat infrastruktur bertahan hingga 10 tahunan, maka saya dan universitas akan untung,” ucapnya.

Peneliti Belanda kelahiran Indonesia yang ingin kembali ke Tanah Air saat pensiun itu menyatakan tingkat kekuatan aspal itu sesungguhnya sangat ditentukan komposisi dan teknik pemasangan.

“Itu (MODUS dan DESA Asphalt) akan tepat diterapkan di Indonesia, karena bahan aspal dari batu dan pasir ada banyak,” tuturnya dalam Simposium Internasional Teknik Sipil 2015 bertema ‘Sustainable Building and Infrastructure Engineering’ itu.

Senada dengan itu, Mantan Menteri PU (1997-1999) Rachmadi Bambang Soemadijo mengatakan potensi aspal di Indonesia sangat besar untuk ekspor, seperti Aspal Buton.

Namun, Dosen Universitas Narotama, Dr. Ir. Koespiadi, MT, menilai 78 persen penyebab kegagalan infrastruktur itu karena desain pengerjaan.

“Kalau pekerja yang mendesain itu bekerja maksimal 8 jam perhari, maka akan baik, tapi faktanya sering 10 jam perhari, sehingga bermasalah,” katanya.

Sementara itu, dosen ITB Prof Puti Farida Subroto menilai Indonesia memang memiliki potensi besar dalam bidang energi, manufaktur, dan konstruksi, namun potensi itu harus melalui proses zaman sekarang yakni ramah lingkungan.

Hal itu tidak jauh berbeda dengan pandangan Prof Dr Ir Zainai Bin Mohamed (Dosen University Technology Malaysia). “Masalah infrastruktur sering mendapat penolakan, meski masyarakat akan diuntungkan dengan jalan, jembatan, irigasi, karena itu perlu edukasi pada masyarakat,” katanya.

Lain halnya dengan Dr. Noppakun Boongrapue (Dosen Burapha University, Thailand). “Infrastruktur juga memerlukan manajemen, karena jalan tol akan tetap antre dan macet bila tidak ada manajemen waktu untuk tol,” katanya. (*)

Editor: Chandra Hamdani Noer

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sumber: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/158015/unnar-surabaya-minta-jokowi-siapkan-infrastruktur-berkesinambungan

Seminar Internasional

nicce2015-novNarotama International Conference on Civil Engineering 2015: Sustainable Construction, Engineering, and Infrastructure Management

Surabaya, Indonesia, November 5 – 8, 2015

Call For Papers

Narotama International Conference on Civil Engineering 2015: Sustainable Construction, Engineering, and Infrastructure Management Surabaya, Indonesia, November 5 – 8, 2015Topics:

  1. Infrastructure for sustainable future
  2. Sustainable transportation system and engineering
  3. Sustainable construction / project management
  4. Sustainable water engineering and management
  5. Sustainable city and property management
  6. Sustainable structure and materials
  7. Sustainable geotechnical engineering
  8. Renewable energy and environment
  9. Sustainable waste management
  10. Sustainable surveying and mapping

Full Paper Submission for Accepted Abstract

Full paper should be prepared in good English, and strictly follow the guideline of full paper format.The guideline of full paper format available here Authors who feel their English language manuscript may require editing to eliminate possible grammatical or spelling errors, and to conform to correct scientific English, may wish to use the English Language Editing service.

Abstract should be submitted before or not later than September 18, 2015.

All abstracts and papers will be reviewed thoroughly by the Scientific Committee. The notification of abstract acceptance will be announced within September 25, 2015. Full paper should be submitted before or not later than October 2, 2015. Once all papers are submitted, the authors are invited to attend a workshop on ” Writing Research Paper “organized by the committee on October 3, 2015. All accepted full papers should be revised based on the reviewers comments. The due date for the Final Paper Submission will be on October 9, 2015. Authors of accepted papers are expected to attend the conference and to present their paper(s).

  • All accepted papers will be published in conference proceeding (printed & online).
  • Selected papers will be offered to be published in Journal of Construction in Developing Countries (Scopus Indexed), ISSN: 18236499 (print), 21804222 (online).

Full Paper Template Download full paper template here Each full paper must have minimum 4 pages and maximum 6 pages for the camera ready submission.