Box Culvert Penyebab Banjir

SURABAYA “Banjir parah yang melanda Kota Surabaya sehari menjelang hari ulang tahun ke- 723 disebabkan pembangunan kota yang melawan proses hidrologi”.

Akibatnya, air tidak bisa meresap ke tanah sehingga meluap ke permukaan. Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Sipil Universitas Narotama Surabaya Fredy Kurniawan mengungkapkan, pembangunan dan tata kota yang dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebenarnya sudah bagus.

Namun, karena dasar keilmuan Wali Kota yang akrab dipanggil Risma adalah arsitektur, dia belum memahami betul proses hidrologi, yaitu siklus air. Fredy menyebutkan, di antara pembangunan kota yang dianggap melawan hidrologi, khususnya pada siklus air, adalah pembangunan box culvert.

Di mana, kali atau saluran air dilakukan normalisasi modern menggunakan beton, baik dari sisi pinggir kali maupun sisi bawahnya. Penggunaan saluran air dengan beton ini mengakibatkan siklus air tidak berjalan. Siklus air terjadi ketika hujan turun dan air berada di permukaan tanah, maka tanah akan menyerap air semampunya.

Kemudian air disimpan di dalam tanah menjadi deposit air dalam tanah atau yang disebut dengan air tanah. Ketika saluran air dibangun dengan box culvert, fungsi saluran air atau kali itu hanya untuk mengalirkan air tanpa fungsi penyerapan air ke tanah.

Akibatnya, ketika hujan turun cukup deras, box culvert tidak mampu menampung jumlah air sehingga meluap dan terjadilah apa yang disebut banjir. Sehebat apa pun saluran air (box culvert) dibuat, fungsinya hanya mengalirkan air, tidak melakukan penyerapan air, tandasnya kemarin.

Fredy dengan tegas mengatakan, pembangunan saluran air menggunakan box culvert keliru total. Dia melihat apa yang dilakukan Pemkot Surabaya meniru pembangunan modernisasi yang dilakukan Eropa. Bagi negara itu yang namanya modern adalah mampu melawan alam.

Tapi pada kenyataannya berdasarkan berbagai penelitian membuktikan bahwa modernisasi itu tetap kalah dengan alam. Akhirnya mereka kembali lagi ada konsep natural, tandasnya. Menurut Fredy, yang harus dipahami bahwa siklus hujan dulu dan sekarang sudah berbeda.

Jika dulu siklus hujan terjadi rutin dengan intensitas ringan dan sedang, sekarang jarang terjadi dan sekali terjadi intensitasnya langsung tinggi. Perubahan siklus hujan ini merupakan pengaruh pemanasan global.

Selain normalisasi saluran air menggunakan box culvert yang dianggap salah, penyebab terjadinya banjir lainnya adalah perubahan lahan hijau menjadi areal bangunan sehingga mengurangi daerah resapan air.

Untuk mengatasi masalah banjir ini, solusi yang bisa dilakukan di antaranya memberikan biopori pada box culvert sehingga bisa menyerap air. Selain itu, harus dilakukan penambahan lahan hijau sebagai daerah penyerapan air.

Sedangkan untuk pembangunan pemukiman sudah tidak lagi dengan sistem pengembangan horizontal, tetapi lebih pada pemukiman vertikal sehingga akan didapat lahan fasilitas umum yang cukup banyak di Surabaya.

Solusi lain adalah pembangunan waduk. Fungsi waduk ini di antaranya untuk penampungan air hujan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, rekreasi, dan perikanan, tandasnya. Terpisah, dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Umboro Lasminto mengatakan, penyebab banjir di Surabaya cukup banyak.

Banjir kemarin adalah akumulasi dari banyak faktor, jadi tidak hanya satu faktor, termasuk hujan hebat yang merupakan siklus 10 tahunan, katanya. Dia menyebutkan, salah satu faktornya adalah Pemkot yang salah perhitungan, di mana diperkirakan bulan ini sudah masuk musim hujan sehingga dilakukan pembongkaran pada beberapa satu air termasuk pompa air.

Namun, bukti masih terjadi hujan cukup deras sehingga saluran airnya belum siap. Selain itu, faktor sampah yang masih banyak di kawasan aliran air. Kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya ini masih sangat jarang.

Banyak sampah di saluran air menghambat aliran sungai. Tapi banyak sebab, termasuk pembangunan yang mengurangi resapan air, katanya. Seperti diketahui, sejumlah kawasan di Kota Surabaya terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Pahlawan selama sekitar tiga jam pada Senin (30/5) malam hingga Selasa dini hari.

Sejumlah kawasan yang terendam banjir seperti Jalan Semarang, Jalan Kartini, MERR – Galaxy Mall, Kertajaya, Dukuh Kupang, Klampis, Samping Carrefour Ngagel, Jalan Panglima Sudirman, Patung Joko Dolog belakang Taman Apsari, Ngagel Tirto, Rungkut Kidul Depan UPN, Mulyorejo, Dharmawangsa Jalan Demak dekat Adijasa, Pucang Adi, Brebek – Brigjend Katamso, Jalan Ciliwung, dan Jalan Mayjend Sungkono.

Banjir tidak hanya menggenangi ruas jalan, tapi juga rumah penduduk, pusat perbelanjaan dan rumah sakit. Seperti yang terjadi di kawasan Mulyorejo Surabaya. Banjir menggenangi rumah-rumah warga di kawasan tersebut.

Evaluasi SKPD

Banjir yang mengepung Kota Surabaya memantik reaksi keras kalangan DPRD Surabaya. Mereka menduga ada hal yang tidak beres dalam penataan kota maupun juga penanganan luapan air hujan tersebut.

Karena itu, mereka mendesak Wali Kota Surabaya untuk mengevaluasi kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait banjir tersebut. Ini bukan yang pertama terjadi.

Maka harus ada evaluasi terhadap dinas terkait. Bila memang mereka tidak mampu, maka lebih baik diganti, kata anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius kemarin. Menurutnya, banjir yang terjadi kemarin malam bukan sebuah kebetulan, tetapi karena ada persoalan serius pada manajemen penanganan banjir.

Hal itu bisa karena SDM SKPD yang menangani atau karena utilitas yang tidak memadai. Nah yang seperti ini harus dievaluasi. Kalau memang ada kebijakan yang salah, maka perlu segera diperbaiki. Wali kota juga harus transparan dan obyektif atas persoalan ini.

Jangan malah menutup-nutupi, tandas pria yang akrab disapa Awey ini. Awey menjelaskan, ada banyak hal yang melatarbelakangi terjadinya banjir seperti. Di antaranya sistem drainase master plane (SDMP) yang diterapkan di Surabaya sudah ketinggalan jaman alias tidak update.

SDMP yang digunakan pemkot sekarang itu produk 10 tahun yang lalu. Padahal kondisi Surabaya sekarang dengan 10 tahun lalu itu sudah jauh berbeda, katanya. Pada 10 tahun lalu, Surabaya masih memiliki ruang terbuka hijau (RTH) yang cukup luas, tetapi kini jumlahnya terus berkurang.

Hal itu diperparah dengan semakin menjamurnya bangunan vertikal yang dari waktu ke waktu terus bertambah. SDMP kita harus diubah dan disesuaikan dengan kondisi kekinian,”saran Awey.

Faktor lain yang menjadi penyebab banjir di Surabaya adalah kesalahan pemkot dalam menunjuk rekanan untuk pengerjaan proyek saluran.

Tidak sedikit rekanan yang ditunjuk tidak kompeten mengerjakan proyek drainase. Belum lagi, anggaran yang sedianya digunakan untuk mengerjakan proyek kerap mendapat potongan.

Hasilnya, proyek yang dikerjakan menjadi asal-asalan lantaran minimnya anggaran yang tersedia.

Ini, diperparah dengan adanya pengawas yang kerjanya hanya duduk di belakang meja, sambungnya. Dia juga meminta masyarakat introspeksi dengan tidak membuang sampah di saluran. Sebab salah satu penyebab banjir karena ulah dari masyarakat sendiri.

PR utama Bu Risma bukan lagi soal membangun taman dan penghijauan, tetapi mengatasi banjir di Surabaya, ujarnya.

lutfi yuhandi / ihya ulumuddin

Sumber: http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=67&date=2016-06-01

Melissa Gani, Ahli Teknik yang Nyemplung ke Bisnis Ritel

Jalan hidup memang tak bisa ditebak. Kadang harapan di dalam hati tak sesuai dengan kenyataan. Melissa Gani adalah mahasiswa teknik industri yang semula disiapkan sebagai ahli-ahli di sektor manufaktur. Namun, takdir berkata lain. Selepas lulus dari Universitas Kristen Petra, Surabaya, hatinya lebih condong ke industri ritel yang selalu berhubungan dengan banyak orang. Sempat meniti karier di gedung pertemuan Empire Palace di Surabaya selama setahun, ia lalu bergabung dengan ITC Surabaya sebagai Customer Relation.

Dua tahun bergelut di bisnis barunya, wanita kelahiran 10 September 1986 itu dimutasi ke Jakarta. Tantangan di Ibukota tentu jauh lebih berat. Namun, ia tak patah semangat dan tetap berpikir positif. Dengan terus mengasah kemampuan dan bertekad untuk selalu menjadi yang terbaik di antara karyawan lainnya, ia akhirnya mampu membuat terobosan saat menjadi Customer Relation.

“Saya melihat CR (Customer Relation, red) hanya sekadar loket pengaduan. Ketika timbul masalah, kami yang tergopoh-gopoh maju. Hal tersebut lalu saya ubah dengan mentransformasikan Customer Relation untuk kegiatan yang bersifat preventif sehinggga ke depannya bisa mereduksi komplain,” katanya.

Continue reading “Melissa Gani, Ahli Teknik yang Nyemplung ke Bisnis Ritel”

Ario Muhammad dosen Teknik Sipil, Universitas Narotama Berkunjung Ke Disaster Prevention Research Institute (DPRI), Kyoto University

Ario Muhammad dosen jurusan Teknik Sipil, Universitas Narotama yang sedang menjalani tugas belajar di University of Bristol kembali mendapatkan kesempatan menjadi visiting researcher di Coastal Engineering Laboratory, Disaster Prevention Research Institute (DPRI), Kyoto University selama 1 pekan di pertengahan Mei ini. Kunjungannya kali ini untuk melakukan kolaborasi riset tsunami risk assessment di Mexico.
“Saya mendapatkan kesempatan ke dua kali ke Kyoto University karena membantu tim researcher Jepang dan Mexico untuk melakukan simulasi tsunami di wilayah Guerrore, Mexico. Project riset ini didanai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). Tahun lalu saya juga melakukan kunjungan di Kyoto University lewat support International Strategic Fund 2015, Bristol University yang merupakan funding pertukaran researcher bagi PhD student dan staff di Bristol University. Waktu itu kami berkolaborasi soal riset PhD yang sedang saya kerjakan. Yaitu tentang Tsunami di Sumatra” Cerita Ario tentang kunjungannya di Kyoto University.
Selama kunjungan kali ini, Ario juga berkesempatan melihat fasilitas super computer canggih milik lab Coastal Engineering, DPRI-Kyoto University juga modeling tsunami wave skala kecil. Pengalamannya selama di Kyoto memberikan kesempatan bagi Ario untuk berkolaborasi dengan Kyoto University untuk melakukan riset-riset mengenai bencana Tsunami di Indonesia di masa mendatang seperti tema PhD yang sedang dikerjakan olehnya.
Kyoto2 ario muhammad

Job Mix Beton di UNNAR oleh Mahasiswa Prodi Teknik Sipil

Program studi teknik sipil UNNAR pada mata kuliah Struktur beton, mahasiswa diberikan bekal dalam mendalami ilmu bidang konstruksi yaitu praktikum Dasar pembuatan beton yang dilaksanakan di ruang laboratorium fakultas teknik.

beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya Kerikil dan Pasir), Semen dan air.

pada pelaksanaan praktikum ini mahasiswa mampu memenuhi kompetensi dalam capaian pembelajaran yaitu Mahasiswa mampu mendesain Beton.

pada pelaksanaan pembuatan beton :

  1. analisa saringan agregat halus & kasar

analisa saringan agregat halus & kasar

2. waktu pengikatan air semen

waktu pengikatan air semen

3. Mencampur beton (job mix)

mencampur beton (job mix)

4. Pencetakan beton

pencetakan beton

4. Slump tes beton

slum tes beton

5. Rendaman beton

rendaman beton

 

 

Ukur Tanah Lingkungan UNNAR oleh Mahasiswa Prodi Teknik Sipil

Pelaksanaan Praktikum pada matakuliah IUT-GIS (ilmu ukur tanah dan Gis) program studi teknik sipil UNNAR oleh mahasiswa mahasiswi memanfaatkan lingkungan kampus sebagai bahan praktikum. Setelah mendapatkan bimbingan dari bapak Ronny Durrotun Nasihien ST.,MT. selaku Dosen matakuliah dan pembimbing pelaksanaan praktikum, mahasiswa mempersiapkan segala kebutuhan untuk pelaksanaan praktek lapangan dalam uji ilmu ukur tanah.

Buku panduan praktikum sebagai acuan kerja dan berkordinasi dengan Bapak Suprayitno, ST. selaku laboran fakultas teknik, untuk mempersiapkan bahan dan alat yang sudah tersedia dalam LAB Teknik Sipil. Sebagai bentuk pembelajaran dalam praktek lapangan Dosen memberikan teknik dasar untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan praktek kepada mahasiswa sebelum dimulainya praktikum.

Penggunaan Rompi, Helm Proyek dan sepatu menjadi prosedur utama dalam keselamatan kerja. Mahasiswa membawa seluruh peralatan yang sudah di siapkan oleh laboran dan memulai pelaksanaan praktikum ilmu ukur tanah.

  1. Diskusi pengantar Praktikum IUT dan persiapan Alat dan Bahan serta pembagian Kelompok.

penjelasan di lab 2. Pengukuran Horizontal

pengukuran horizontal

3. seting alat watterpass

seting alat watterpass

4. pengukuran elevasi dengan watterpass

pengukuran elevasi dengan watterpass

5. Menempatkan bak ukur

menempatkan bak ukur

Dekan Fakultas teknik UNNAR mengikuti Focus Group Discussion (FGD) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat- Direktorat Jendral Bina Konstruksi

Rektor Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP menugaskan Dr. Ir. Koespiadi, MT selaku Dekan fakultas taknik untuk hadir dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka kegiatan konsultan Manajemen Balai-Balai Pembinaan Konstruksi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat- Direktorat Jendral Bina Konstruksi pada Kamis- Jum’at /26-27 Nopember 2015. Acara dimulai pukul 09.00- Selesai di Hotel Swiss Bellin Surabaya.

Acara dihadiri oleh :

1. Asisten Perekonomian dan pembangunan sekretariat Daerah Jawa Timur
2. Kepala Sub Dtrektorat Kerjas.ama, Dlrektorat Kerjasama dan Pemberdayaan
3. Kepala Sub Direlctorat Pemberdayaan Wilayah I, Direktorat Kerjasama dan Pemberdayaan
4 Kepala Sub Dlrelctorat Pemberdayaan Wilayah II, Direktorat Kerjasama dan Pemberdayaan
5 Kepala Seksi Pemerintah, Subdit Kerjasama, Direktorat Kerjasama dan Pemberdayaan
6 Kepafa Bidang Jasa Konstruks1 Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa timur
7 Kepala Balai pelatihan Konstruksi Wilayah II Surabaya
8 kepala satuan kerja pelatihan konstruksi Provinsi NTB
9 kepala BLK PT.PAL Surabaya
10 Kctua BIJAKONDA Prov. JatIm
11. Ketua DPD GAPENSI Provinsi Jawa Timur
12 Ketua IAP Provinsi Jawa Timur
13. CV. Aliya Nadira
14 Dekan fakultas teknik sipil dan Perencanaan lnstitut Teknologi Sepuluh November
16. Direktur Politeknik Negeri Surabaya
17. SMKN 5 Kota Surabaya
18 PT Btantickindo Aneka (Paket 17)
19. PT Padmaduta Cipta (Paket 18)
20. PT Arun Prakarsa lnforindo (Paket 19)
21. PT Ciriajasa Engineering (Paket 22)

Surat Tugas Dekan : surat tugas

 

IMG-20151127-00334

Kuliah Tamu Fakultas Teknik UNNAR Bersama Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana M.Sc., Ph.D.

Kedatangan Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana M.Sc., Ph.D. di Universitas Narotama pada Rabu 13 April 2016 jam 10.30 WIB untuk memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa fakultas tekni program studi teknik sipil. pada kesempatan kuliah tamu ini beliau memberikan materi tentang Respons Dinamik Perkerasan Kaku Akibat Beban Kendaraan yang Bergerak dengan Kecepatan Tidak Konstan.

Dalam ruangan yang cukup luas dan ber AC serta dilengkapi soung system dan Proyektor LCD yaitu Ruang Conference Hall, Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana M.Sc., Ph.D. memaparkan seluruh penelitianya tentang Dinamic Respons of Plate kepada Dosen tetap teknik sipil dan Mahasiswa teknik sipil yang kurang lebihnya 100 peserta yang hadir.

kurang lebih 2 jam acara berlangsung dengan khidmat, pemberian cendera mata oleh dekan fakultas teknik Dr. Ir. Koespiadi, MT dan sesi photo bersama Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana M.Sc., Ph.D. dengan seluruh Dosen tetap fakultas teknik menjadi sesi awal dimulakanya acara kuliah tamu teknik sipil UNNAR.

sebagai pembawa acara Fredy Kurniawan ST, MT, M.Eng, Ph.D. membuka acara dan memberikan kepada moderator  Ir. Tony Hartono Bagio MT, MM memandu pelaksanaan acara dari awal sampai selesai acara. Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana M.Sc., Ph.D menjelaskan lendutan maksimum pada jalan itu akan terjadi apabila sebuah truk melintas pada kecepatan 100km/jam – 160km/jam oleh karena itu PT jasamarga pada jalan bebas hambatan menetapkan batas kecepatan antara 80km/jam – 100km/jam untuk mengantisipasi kegagalan struktur akibat resonansi. Pada sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa dengan antusias memberikan pertanyaan kepada pembicara Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana M.Sc., Ph.D. yaitu salah satu mahasiswa teknik sipil bernama  Ridho menanyakan apakah plat perkerasan jalan dapat mengalami kegagalan struktur akibat resonansi stuktur yang sama dengan kecepatan truk dibawah 80Km/jam, karena dari hasil perhitungan modeling matematik menunjukan kecepatan kritis antara 140km/jam – 160km/jam dapat menyebabkan terjadinya lendutan dinamik maksimum yang cukup besar akibat resonansi (kegagalan struktur).

Kesan yang sangat baik bagi Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana M.Sc., Ph.D. pada kesempatan mengisi acara kuliah tamu di Narotama, melihat antusias dosen dan mahasiswanya memberikan pertanyaan pada sesi tanya jawab serta penyambutan yang sangat baik selama pelaksanaan kuliah tamu berlangsung. Dalam waktu dekat Universitas Narotama akan mengadakan penandatangan MOU dengan Universitas Bakrie

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

Materi Kuliah Tamu: Presentation-perkerasan kaku jalan raya

 

SEMINAR KEWIRAUSAHAAN FAKULTAS TEKNIK UNNAR “SMARTPRENEUR”

Program Studi teknik sipil fakultas teknik universitas Narotama mengadakan seminar kewirausahaan  selasa 5 April 2016 pukul 19.00-21.00 di Conference Hall bagi mahasiswa baik yang sudah maupun yang sedang mengambil mata kuliah kewirausahaan guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan entrepreneur.

Fredy kurniawan, ST.,MT.,M.Eng.,Ph.D dosen pengampu matakuliah kewirausahaan mengundang bapak Kahar Muzakir seorang entrepreneur muda asal surabaya untuk menjadi pembicara pada seminar kewirausahaan dengan tema SMARTPRENEUR.

Mahasiswa yang hadir terdiri dari mahasiswa kelas pagi dan sore yang jumlahnya lebih dari 100 orang, yang mana pada saat pelaksanaan seminar dengan tema Smartpreneur dan penyampaian yang lugas dari bapak Kahar Muzakir membuat mahasiswa antusias mendengarkan isi dari seminar ini.

Salah satu tujuan seminar ini adalah tercapainya capaian pembelajaran pada mata kuliah kewirausahaan yang mewajibkan mahasiswa mampu menerapkan kepemimpinan dan komunikasi yang lancar dan tetap untuk memotivasi diri dan orang lain sehingga menjadi pribadi yang teratur dan rapi dalam membangun komunikasi yang produktif.

 

Seminar kewirausahaan4Seminar kewirausahaan2Seminar kewirausahaan3

Kuliah Lapangan mata kuliah Material Konstruksi di Milan Ceramics Gallery

Mahasiswa programs studi teknik sipil melaksanakan Kuliah lapang 23 Januari 2016 di Milan Ceramics Gallery Surabaya, perwakilan dari PT. Sika yang tergabung dalam program pameran ini yaitu bapak Hendrawan, mengundang fakultas teknik melalui Ketua program studi teknik sipil untuk hadir dalam pameran material konstruksi ini.

kesempatan ini di berikan kepada mahasiswa yang saat ini mengambil matakuliah Material konstruksi, sebanyak 2 kali sesi dalam pelakasanaan kuliah lapangan ini dikarenakan perkuliahan mahasiswa kelas pagi dan sore.

pada pelaksanaan kuliah lapanga mahasiswa banyak mengetahui jenis material konstruksi yang dipemerkan yaitu Berbagai produk keramik dengan merk Hercules, Milan, Habitat serta material building seperti genteng M-Class, Gypsum, Wood Plank Elephant dengan variasi model, warna, dan motif baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Manfaat bagi Mahasiswa:
mahasiswa lebih mengenal bahan bangunan secara lebih detail baik dari varian dan kegunaan masing2
mengenal permasalahan dilapangan dalam pengaplikasian bahan bangunan beserta solusi nya
Manfaat bagi Produsen:
Menjadikan Konsumen akan lebih cerdas memilih material bangunan yang berkualitas dan sesuai dengan peruntukannya
Menjadikan Konsumen lebih efisien dalam penggunaan bahan bangunan dengan meminimalkan kesalahan penentuan bahan bangunan

Kuliah lapangan Material konstruksi milan galeri2

Kuliah lapangan Material konstruksi milan galeri3 Kuliah lapangan Material konstruksi milan galeri4 Kuliah lapangan Material konstruksi milan galeri5

Kuliah lapangan Material konstruksi milan galeri6

kehadiran mahasiswa Narotama di pemeran Milan ceramic gallery ini disambut dengan baik oleh pimpinan pelaksana program ini, selain awal penjelasan tentang seluruah material yang ada dijelaskan dalam forum diskusi mahasiswa juga langsung diperliahatkan materialnya secara langsung, sangat antusias mahasiswa mengikuti kuliah lapangan ini.

pada sesi penutupan

mahasiswa yang juga di dampingi oleh Dosen pembimbing dan kepala program studi diberikan sesi makan bersama dan minum kopi bersama dalam ruang pemeran, memang itu semua sudah dalam satu paket yang di berikan pada pelaksanaan pameran oleh milan ceramic gallery group.

setelah acara selesai mahasiswa diberikan sovenir oleh panitia milan ceramic gallery.

BMDC Brosur A3 - 01